PATI, Jawa Tengah –PenaMerak.com Aliansi Tokoh Masyarakat (TOMAS) Kabupaten Pati mulai mempertegas arah konsolidasi organisasinya. Dalam rapat yang digelar pada Rabu (26/8/2026), aliansi yang menghimpun berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan itu memutuskan sejumlah langkah strategis, mulai dari rencana audiensi ke DPRD Pati hingga penataan mekanisme pengambilan keputusan internal.
Salah satu keputusan utama adalah rencana segera menggelar audiensi dengan DPRD Kabupaten Pati dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kapolresta Pati dan Dandim Pati.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Aliansi TOMAS tidak ingin setiap dinamika yang berkembang di masyarakat berjalan tanpa ruang komunikasi yang terbuka. Keterlibatan unsur DPRD dan APH dinilai penting untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus menjaga situasi Pati tetap kondusif.
Namun, keputusan rapat tidak berhenti pada agenda eksternal.
Aliansi TOMAS juga menata ulang mekanisme internal. Seluruh kegiatan yang mengatasnamakan Aliansi TOMAS Pati, sesuai keputusan rapat, wajib terlebih dahulu diputuskan dan mendapatkan rekomendasi dari seluruh ketua lembaga serta organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam aliansi.
Setelah keputusan bersama diambil, pelaksanaan mandat akan dijalankan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Artinya, kegiatan Aliansi TOMAS tidak boleh lagi berjalan atas keputusan sepihak. Setiap langkah harus melalui kesepakatan kolektif para pimpinan lembaga dan ormas yang berada di dalam aliansi.
Dalam pelaksanaan mandat tersebut, Sekjen juga diberikan kewenangan untuk memilih rekanan yang membantu menjalankan kegiatan. Namun, ruang kerja sama itu tetap berada dalam lingkup Aliansi TOMAS, yakni dengan melibatkan para ketua lembaga dan ormas yang tergabung di dalamnya.
Keputusan lain yang tidak kalah penting adalah penegasan terhadap kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan di DPR RI oleh Forum Komunikasi Rakyat Pati.
Aliansi TOMAS memandang kegiatan tersebut sebagai bagian dari gerakan bersama. Meski dilakukan oleh Forum Komunikasi Rakyat Pati yang di dalamnya terdapat sejumlah ketua lembaga, kegiatan tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan Aliansi TOMAS karena Forum Komunikasi Rakyat Pati merupakan bagian dari aliansi.
Penegasan ini sekaligus memperlihatkan upaya menyatukan berbagai gerakan dan elemen yang selama ini berjalan di bawah jaringan tokoh masyarakat Pati.
Aliansi TOMAS tampaknya ingin mengirimkan pesan bahwa perbedaan wadah tidak boleh memecah tujuan bersama.
Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi di tengah meningkatnya dinamika sosial di Kabupaten Pati. Dengan keputusan kolektif, struktur pelaksanaan yang lebih jelas, serta rencana membuka ruang komunikasi dengan DPRD dan APH, Aliansi TOMAS berupaya memperkuat koordinasi sekaligus menghindari munculnya gerakan yang berjalan sendiri-sendiri.
Ke depan, audiensi dengan DPRD Pati dan unsur APH akan menjadi salah satu agenda penting yang patut mendapat perhatian publik.
Sebab, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan antara tokoh masyarakat, wakil rakyat, dan aparat keamanan berpotensi menjadi ruang penting untuk menguji seberapa kuat komunikasi dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, keamanan, serta kondusivitas Kabupaten Pati.
Dengan keputusan tersebut, Aliansi TOMAS kini menegaskan arah: konsolidasi diperkuat, keputusan harus kolektif, mandat dijalankan secara terstruktur, dan setiap langkah besar harus tetap berpijak pada kepentingan bersama masyarakat Pati.
Red.












