Jakarta, Penamerak.com. Aktivis budaya Agus Mujayanto bersilaturahmi dengan Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad), Mayjen TNI Budi Hariswanto, S.Sos., di Kantor Pusat Zeni TNI AD, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas filosofi kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai budaya, moral, serta pentingnya keteladanan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, keduanya mengulas falsafah Jawa mengenai konsep kedunungan drajat dan kedunungan pangkat. Drajat dimaknai sebagai kemuliaan atau kewibawaan yang melekat pada diri seseorang, sedangkan pangkat merupakan kedudukan yang diperoleh melalui proses pengabdian, dedikasi, dan perjuangan.
Agus Mujayanto menyampaikan bahwa kepemimpinan yang ideal tidak hanya bertumpu pada jabatan, tetapi juga pada karakter dan integritas. Menurutnya, seseorang yang memiliki kewibawaan akan tetap dihormati masyarakat meski tidak memegang jabatan formal.
“Keselarasan antara drajat dan pangkat akan melahirkan kepemimpinan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dalam falsafah Jawa, kondisi itu dikenal sebagai kawahyon, ketika karakter, kapasitas, amanah, dan momentum berpadu secara selaras,” ujar Agus.
Selain itu, pembahasan juga menyinggung filosofi Jawa tepung, srawung, lan dunung. Tepung diartikan sebagai proses saling mengenal, srawung sebagai membangun kebersamaan, sedangkan dunung merupakan tahapan memahami makna dari setiap perjalanan, pengalaman, dan hubungan antarmanusia.
Sementara itu, Mayjen TNI Budi Hariswanto menegaskan bahwa kepemimpinan harus dibangun di atas nilai keadilan, etika, moral, dan sikap yang baik. Menurutnya, kesadaran diri menjadi fondasi utama seorang pemimpin dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Pemimpin yang baik bukan hanya mampu memimpin melalui kewenangan yang dimilikinya, tetapi juga melalui keteladanan, keadilan, serta integritas yang tercermin dalam setiap sikap dan perbuatannya,” kata Mayjen TNI Budi Hariswanto.
Pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai pentingnya membangun kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi juga pada nilai-nilai budaya dan pengabdian kepada masyarakat.
Mayjen TNI Budi Hariswanto merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992. Selama berkarier di TNI Angkatan Darat, ia telah mengemban berbagai jabatan strategis sebelum dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad).
Silaturahmi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara tokoh masyarakat dan institusi negara dalam mendorong lahirnya kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, dan berpijak pada nilai-nilai budaya bangsa.
Red.












